Tips Beli Mobil Bekas di Bengkel Umum

Akhir-akhir ini fenomena jual beli mobil bekas di bengkel sudah bukan hal asing lagi dan lazim dilakukan terutama di kota-kota besar. Tak jarang bengkel mobil di pinggir jalan dewasa ini telah berstatus dwifungsi, yakni sebagai tempat perbaikan sekaligus media promosi bagi sebagian orang yang ingin menjual mobil bekasnya agar cepat laku.

Karena itulah jangan heran jika Anda sedang menyervis mobil kesayangan Anda di sebuah bengkel umum dan melihat ada mobil yang tengah diparkir disana dengan tempelan “DIJUAL”. Hanya saja mobil bekas yang dijual umumnya bukan mobil yang masih seumuran jagung, melainkan lebih condong ke mobil-mobil keluaran tahun lawas yang umurnya sudah agak tua.

Pada hakikatnya itu merupakan salah satu trik yang dilakukan si empunya mobil untuk mencari pembeli potensial, karena logikanya orang-orang yang datang ke bengkel merupakan tipe yang tertarik dengan mobil dan mungkin saja tertarik untuk membeli mobil lagi.

Jika Anda termasuk salah satu orang yang tertarik dengan fenomena ini dan hendak mempraktekkannya sendiri, ada beberapa poin wajib yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu maka setidaknya pengalaman pertama Anda membeli mobil bekas di bengkel tidak akan berakhir dengan kekecewaan.

Berikut tips beli mobil bekas di bengkel umum :

1. Kumpulkan Informasi

Jika Anda tertarik dengan mobil bekas yang dijual di salah satu bengkel umum tempat Anda sedang memeriksakan kendaraan pribadi Anda, tanyakanlah detail tentang mobil tersebut pada si empunya bengkel atau minimal pada mekanik yang ada disana.

Biasanya pemilik atau mekanik bengkel tersebut sudah mengantongi beberapa informasi penting mengenai mobil yang dititipkan untuk dijual di bengkelnya tersebut. Tanyakan pada mereka mulai dari siapa pemilik mobil tersebut, apakah dokumen mobil tersebut sah dan komplit, bagaimana kondisinya saat ini, bagaimana perlakuan pemilik sebelumnya terhadap mobil tersebut, dan lain-lain.

Baca Juga  Tempat Duduk Khusus Bayi

Secara umum, kondisi ini akan menjadi lebih nyaman dan mudah jika Anda sudah dekat dengan si pemilik bengkel, terlebih lagi bila Anda merupakan pelanggan setianya. Paling tidak ia akan memberi informasi dengan komplit tanpa ada satupun yang dikurangi atau ditutup-tutupi.

Tak perlu buru-buru menemui si empunya mobil, karena dengan mendapatkan informasi dasar dari pemilik bengkel maka hal itu dapat menjadi acuan bagi Anda apakah harus meneruskan transaksi atau mempertimbangkannya kembali.

2. Perhatikan Kondisi Mobil

Jika Anda merasa informasi dasar dari pemilik bengkel sudah cukup terpenuhi, langkah berikutnya adalah dengan memperhatikan kondisi mobil secara menyeluruh dan seksama. Perhatikanlah bagaimana kondisi mobil tersebut secara tampilan, baik ketika dilihat dari luar maupun kondisi dalam kabinnya.

Mintalah ijin dari pemilik bengkel untuk menghidupkan mesin dan mengamati sensasi yang diberikannya. Asyiknya lagi, jika Anda tidak begitu paham tentang mesin maka Anda bisa menanyakan langsung hal tersebut pada pemilik bengkel dan mintalah ia untuk menjelaskannya secara rinci.

3. Lakukan Test Drive

Jika Anda sudah cukup dengan poin pertama dan kedua, kali ini langkah selanjutnya adalah melakukan test drive terhadap mobil bekas tersebut. Dan kalau memungkinkan mintalah si pemilik bengkel untuk menemani selama Anda melakukan test drive, sehingga jika ada yang perlu ditanyakan maka Anda bisa mendapatkan jawaban seketika di saat itu juga.

4. Negosiasi Harga

Kelebihan lain dari transaksi jual-beli mobil bekas di bengkel adalah kemudahan untuk negosiasi harga di awal karena biasanya pemilik bengkel sudah diberikan mandat dari si empunya mobil untuk urusan yang satu ini.

Lakukan tawar-menawar harga dengan wajar sesuai dengan budget yang Anda punya. Jangan lupa untuk memperhitungkan komisi yang nantinya harus Anda keluarkan pada pemilik bengkel tersebut, mengingat fungsinya yang bertugas sebagai perpanjangan tangan dari si pemilik asli mobil bekas yang ingin Anda beli.

Baca Juga  Volkswagen (VW) New Scirocco R

5. Temui si Pemilik Mobil

Jika Anda sudah merasa yakin dengan mobil dan harga yang telah dinegosiasikan, sekarang adalah waktunya untuk meminta si pemilik bengkel agar mempertemukan Anda dengan pemilik mobil bekas tersebut. Lakukan negosiasi ulang seperti menawar harga dengan harapan agar masih bisa digoyang dan tanyakan langsung mengenai semua hal yang masih mengganjal di hati.

6. Negosiasi dengan Pemilik Bengkel

Langkah terakhir adalah meminta kerja sama dari si pemilik bengkel terkait perawatan mobil bekas yang hendak Anda beli lewat bengkelnya tersebut. Dengan begitu maka jika terjadi masalah terhadap mobil bekas yang Anda beli maka si pemilik bengkel bisa menjadi tumpuan dalam pemecahan masalah.

Malah bila memungkinkan, mintalah garansi dalam kurun waktu tertentu. Setidaknya, untuk meminimalkan insiden yang tidak diinginkan. Bisa satu bulan, dua bulan dan sebagainya. Buatlah kesepakatan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tentu saja hal itu tidak sulit karena meskipun tidak ada perjanjian tertulis namun secara tidak langsung pihak bengkel mengemban tanggung jawab terhadap mobil-mobil yang mereka pajang di bengkel mereka sebagai barang dagangan.

Demikianlah beberapa tips penting bagi Anda yang ingin melakukan transaksi jual beli mobil bekas di bengkel. Semoga bermanfaat.

Tags: