Volvo Punya Teknologi Anti Nabrak Pesepeda

Pabrikan mobil Volvo kembali menyeruak jagat techno otomotif dunia lewat konsep sistem cerdas model baru yang saat ini tengah mereka kembangkan. Baru-baru ini produsen yang bermarkas pusat di Swedia itu mengumumkan rencana keikutsertaan mereka di ajang pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2020, yang akan digelar pada tanggal 6 hingga 9 Januari di Las Vegas, Amerika Serikat.

Salah satu teknologi baru yang akan dibawa Volvo di Consumer Electronics Show 2020 adalah perangkat canggih yang diklaim sebagai sistem komunikasi dua arah untuk mobil dan pengendara sepeda (pesepeda). Teknologi canggih ini sengaja dikembangkan karena Volvo melihat fakta bahwa kecelakaan antara pengendara mobil dan pesepeda ternyata terjadi lebih sering daripada yang selama ini kita sadari.

Berdasarkan data yang dirilis oleh kepolisian lalu-lintas, dapat diketahui sebanyak 726 pesepeda tewas di Amerika Serikat pada tahun 2021. Sementara di Berlin pada tahun yang sama juga diketahui terdapat 4.533 pesepeda yang terluka karena kecelakaan di jalan raya.

Atas dasar itulah, dengan menggandeng POC (produsen alat pelindung untuk atlet olahraga dan sepeda) dan Ericsson (perusahaan pembuat telepon genggam), produsen mobil Volvo akhirnya memutuskan untuk bekerja bersama-sama mencari solusi yang paling efektif dalam hal menciptakan teknologi yang memiliki kemampuan meminimalisir terjadinya kecelakaan antara pengendara mobil dan pesepeda.

Cara Kerja Teknologi Anti Nabrak Milik Volvo

Sederhanya, teknologi keamanan canggih dari Volvo ini bekerja dengan cara membuat pengendara mobil dan sepeda agar dapat saling berkomunikasi. Tentu saja komunikasi yang dimaksud disini bukanlah komunikasi secara verbal, melainkan komunikasi yang terjadi lewat tanda-tanda berupa sinyal dan audio visual.

Di sisi pesepeda, mereka dapat memonitor jarak aman dan jarak bahaya terhadap mobil Volvo yang berada di sekitar dengan memanfaatkan helm khusus buatan POC dan smarphone yang sudah diinstal aplikasi Strava. Helm khusus tersebut memiliki warning light built-in dan flash red pada bagian depan yang akan menyala jika mendeteksi adanya mobil mendekat atau melintas di depan. Sementara aplikasi Strava itu berfungsi untuk berbagi informasi lokasi antara pesepeda dengan pengendara mobil, sehingga satu sama lain dapat saling mengetahui posisi masing-masing.

Baca Juga  Ferrari Enzo Supercar

Di sisi pengendara mobil, dengan Volvo cloud yang sudah tertanam di dalam kabin maka sistem akan menangkap informasi yang dibagikan pesepeda lewat aplikasi Strava yang mereka gunakan. Lalu informasi tersebut akan diteruskan ke sistem untuk mengetahui apakah jarak antara pengendara mobil dan pesepeda berada dalam titik aman atau berbahaya.

Jika pesepeda dianggap berjarak terlalu dekat atau membahayakan mobil, secepat mungkin pengendara mobil akan diberi peringatkan melalui kaca depannya yang memperlihatkan gambar sepeda. Hebatnya lagi, sinyal tanda bahaya ini akan aktif secara otomatis meski pesepeda berada di tempat yang tidak terlihat oleh pengemudi mobil atau biasa disebut sebagai area blind spot.

Dengan adanya teknologi tersebut, tabrakan yang terjadi antara pengedara mobil Volvo dan pesepeda memang dapat dihindari. Namun mengingat teknologi ini hanya terdapat pada mobil Volvo saja, tentu itu menjadi kekurangan yang patut disayangkan.

Butuh Pengembangan Lebih Lanjut

Menurut salah seorang juru bicara Volvo, dengan pengembangan lebih lanjut maka teknologi ini nantinya juga akan bisa memberi peringatan pada para pengendara sepeda untuk segera menjaga jarak lewat cahaya yang dikeluarkan dari beberapa titik di mobil.

Selain itu meski saat ini teknologi keluaran Volvo tersebut baru berfokus pada pengendara sepeda saja, namun ke depannya bakal diberi pengembangan lebih lanjut agar dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan sepeda motor dan pengguna jalan raya sehingga potensi tabrakan benar-benar dapat dicegah secara optimal.

Tags: